Jumlah Pemain Bola Voli, Servis dalam Bola Voli, Induk Organisasi Bola Voli

 

Olahraga bola voli terbilang mudah bagi orang yang menguasai teknik permainannya. Dalam satu pertandingan, terdapat dua regu yang saling memperebutkan poin. Penting bagi pemain memahami teknik dasar permainan agar dapat mencuri poin dari lawan.

 

Sebelum bertanding, pastikan Anda mengetahui peraturan bola voli, jumlah pemain bola voli, baik yang bermain di lapangan maupun cadangan. Jumlah pemain bola voli dalam satu regu terdiri dari enam pemain utama dan empat pemain cadangan. Jadi, total maksimal jumlah pemain bola voli yang berada dalam satu regu adalah 10 orang.

 

Pemain utama yang berada di dalam lapangan maksimal enam orang, minimal empat. Apabila pemain kurang dari empat orang, tim tersebut akan dianggap kalah oleh wasit.

 

Dalam pelaksanaannya di lapangan, enam pemain tersebut memiliki tugas masing-masing. Satu pemain menjadi tosser, dua hingga tiga orang pemain menjadi spiker.

 

Satu pemain menjadi Libero saat posisi bertahan dan satu orang menjadi server. Adapun tugas-tugas pemain voli antara lain: tosser sebagai pengatur serangan atau pemberi umpan kepada smasher.

 

Smasher atau spiker bertugas melakukan smash atau serangan. Akan tetapi, pemain ini juga berfungsi sebagai blocker ketika tim bertahan. Sementara itu, LIbero berfungsi sebagai defender atau orang yang menerima bola smash dari tim lawan.

Lalu, server memilik tugas untuk melakukan servis. Usai melakukan servis, pemain ini akan akan berperan sebagai defender.

 

Sekadar informasi, jumlah pemain bola voli sudah diatur oleh Persatuan pemain Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) sehingga tidak dapat diubah lagi pada setiap kompetisi yang digelar. Setiap pemain bola voli pun memiliki tugas yang berbeda-beda servis dalam bola voli.

 

Namun, jumlah pemain bola voli biasa dengan pemain voli pantai cukup berbeda. Pada voli pantai, pemain utama hanya berjumlah dua. Jumlah pemain cadangannya juga dua orang.

 

Sementara itu, permainan bola voli berbeda dengan sepakbola yang bermain selama 2×45 menit. Permainan bola voli diukur berdasarkan tim mana yang lebih dulu mendapatkan skor hingga 25 poin.

 

Servis dalam bola voli diartikan sebagai pukulan pertama yang dilakukan untuk memulai permainan. Servis ini sendiri bisa dilakukan dengan beberapa cara berbeda, dengan tujuan menyeberangkan bola di atas net, dan sampai ke area permainan lawan.

Servis dalam bola voli, Servis atas bola voli, Servis bawah bola voli, bola voli

Setidaknya jika dilihat pada prakteknya, servis dalam bola voli dibedakan menjadi tiga jenis berbeda. Pertama servis atas, kemudian servis bawah, dan ketiga servis atas dengan lompatan. Tentu jika digunakan secara tepat, maka ketiga servis ini sama-sama mematikan.

 

Servis dalam permainan bola voli diartikan juga sebagai pukulan tanda dimulainya pertandingan. Servis ini akan dilakukan seseorang dari luar lapangan, area belakang lapangan, dengan teknik-teknik yang disebutkan tadi.

 

Selain bertujuan untuk menyeberangkan bola ke area permainan lawan, servis juga sebisa mungkin menghasilkan satu poin ketika gagal dikembalikan oleh lawan.

 

Seperti yang disebutkan tadi, terdapat tiga jenis servis dalam bola voli yang bisa digunakan untuk memulai permainan.

 

Servis atas bola voli : bola dilambungkan ke atas kemudian dipukul di atas kepala dan melewati net. Servis atas sendiri ditujukan agar bola bisa memiliki gerakan menukik dan melaju dengan kekuatan yang besar. Karena cukup keras, maka servis ini cukup sulit dikembalikan lawan.

 

Servis bawah bola voli : dilakukan dengan cara memukul dari arah bawah bola untuk memberikan bola melambung di atas net. Teknik ini biasa digunakan untuk memberikan kontrol lebih besar pada pemain yang melakukan servis, agar dapat memberikan efek putar pada bola.

 

Servis atas dengan lompatan : memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi, servis ini dilakukan dengan melambungkan bola ke atas, kemudian dipukul saat pemain melompat menyambut bola. Hasil pukulannya lebih keras, tajam, dan sulit dikembalikan oleh lawan.

 

Servis dalam bola voli diartikan sebagai pukulan awal yang ampuh untuk melakukan serangan. Jadi, apapun teknik yang digunakan, tujuannya sama, yakni mendapatkan poin cepat dalam satu permainan.

 

Dengan teknik yang tepat, tiga cara servis dalam bola voli tersebut bisa sama-sama mematikan dan menyulitkan lawan saat mengembalikan bola.

 

 

Indonesia sudah sejak lama mengenal permainan bola voli. Tepatnya saat diperkenalkan oleh kompeni Belanda pada masa penjajahan. Melansir dari buku yang berjudul Buku Jago Bola Voli karya Ikbal Tawakal, bahkan dikenal pula dengan sebutan voli kompeni.

Menurut catatan sejarah, sekitar tahun 1928 bola voli mulai pertama kali dimainkan di Indonesia yang kala itu bernama Hindia Belanda. Pada masa itu, permainan bola voli hanya dimainkan oleh orang Belanda dan para bangsawan.

Mulanya, para kompeni dari Belanda ini mendatangkan guru-guru pendidikan jasmani untuk memberikan pelatihan kepada para tentara Belanda. Hingga mereka pun mulai memainkannya dengan sesama mereka saja.

Seiring dengan perkembangan bola voli, warga Indonesia pun diajak untuk bermain bersama dalam permainan bola voli. Permainan dilakukan bersama di lapangan terbuka. Berikut dengan jaring (net) yang berada di tengah lapangan.

Dikutip dari laman resmi PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia). Pada tahun 1951, permainan bola voli mulai dipertandingkan pertama kalinya di Pekan Olahraga Nasional (PON) II di Jakarta. Namun, pada saat itu, Indonesia masih belum memiliki organisasi khusus yang berfokus pada cabang olahraga voli.

Berdirinya induk organisasi bola voli di Indonesia adalah mulanya dipelopori oleh klub bola voli Surabaya (IPVOS) dan klub bola voli Jakarta (PERVID) pada tahun 1954. Mereka mengadakan pertemuan untuk membentuk induk organisasi bola voli di Indonesia.

Hingga pada tanggal 22 Januari 1955, terbentuklah organisasi tersebut yang diberi nama Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Berikut dengan penunjukkan ketua umum PBVSI yang pertama, yaitu W. J. Latumeten. Pria yang juga memprakarsai pertemuan dua klub bola voli sebelumnya.

Sebagai informasi, PBVSI saat ini diketuai oleh Komisaris Jenderal Polisi (PURN) Drs. Imam Sudjarwo, M. Si.

PBVSI diresmikan sebagai induk organisasi bola voli nasional oleh Komite Olimpiade Indonesia pada Maret 1955, sebagaimana yang dilansir dari buku Pendidikan Jasmani dan Kesehatan karya Asep Kurnia Nenggala. Peresmian ini membawa dampak positif bagi wajah bola voli Indonesia di mata dunia. Ditandai dengan diperolehnya pengesahan sementara dari induk organisasi bola voli internasional atau IVBF (International Volley Ball Federation).

Empat tahun kemudian semenjak diresmikannya PBVSI atau tepatnya pada Oktober 1959, PBVSI resmi masuk dalam keanggotaan IVBF. Bersama dengan 63 negara lain, PBVSI tercatat sebagai anggota dari IVBF pada tahun itu.

Kemudian, PBVSI mulai aktif mengembangkan kegiatan-kegiatan yang menyangkut dengan olahraga bola voli baik dalam skala nasional maupun internasional. Perkembangan permainan bola voli sangat menonjol menjelang Asian Games IV 1962 dan GANEFO I 1963 (Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang) di Jakarta.

Berbagai ajang kompetisi tersebut semakin mendorong motivasi bagi tim voli Indonesia. Hingga dampaknya terlihat pada berbagai klub dan sarana lapangan bola voli sangat mudah dijumpai di berbagai pelosok Indonesia.

Permainan bola voli juga akhirnya diterima oleh masyarakat Indonesia seperti olahraga lain yang dikenal baik di Indonesia, yaitu sepak bola dan bulu tangkis.

 

Previous articlePilihan Terbaik Lagu Pop Terbaru Paling Populer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here